Senin, 12 Des 2022 | 10:40 WIB

Bahagia dan Penuh Haru SMK Budi Mulia Pakisaji Merayakan Hari Guru

Admin

Malang - Hari Guru Nasional di Indonesia dirayakan setiap tanggal 25 November. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa guru yang telah mendidik dan membimbing kita sebagai muridnya. Jasa guru sangat besar tidak terkira, karena itu guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru sendiri merupakan pendidik sekaligus orang tua ketika di sekolah. Mereka tulus dan ikhlas untuk mengajar muridnya dengan harapan para muridnya menjadi orang sukses suatu saat nanti. Guru menjadi penerang di dalam kegelapan hidup, ilmu yang mereka berikan sangatlah bermanfaat untuk kehidupan.

Oleh karena itu, tiap tahunnya seluruh sekolah di Indonesia akan merayakan hari guru sebagai ucapan terimakasih dan penghormatan kepada guru. SMK Budi Mulia Pakisaji tak ketinggalan lho merayakan hari tersebut.

Baca juga:
Cristiano Ronaldo: Mimpi Juara Piala Dunia Telah Berakhir

Kegiatan hari guru nasional yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu masih membekas di hati seluruh warga SMK BUDI MULIA PAKISAJI. Bagaimana tidak, acara yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya itu berjalan penuh haru dan penuh kebahagiaan.

Sebelum acara inti dimulai, pada pagi hari seluruh siswa, guru, dan staf telah siap berkumpul bersama di lapangan untuk melaksanakan upacara hari guru. Pada acara spesial itu, para murid dan guru tak terlihat seperti biasanya.

Spesial Hari guru SMKBM

Yap, kalau biasanya upacara menggunakan seragam, pada hari guru ini para siswa bebas mengekspresikan pakaian apa yang mereka pakai sesuai dengan kesepakatan kelas masing-masing. Untuk guru sendiri, mereka serempak menggunakan setelan adat Jawa

Belum acara inti dimulai, di saat Kepala Sekolah selaku pembina upacara memberi amanat, suasana baru langsung terasa. Banyak guru maupun siswa menangis karena rasa terimakasih nya kepada para guru yang telah mendidik mereka.

Setelah upacara usai, kini giliran siswa memberi beberapa tanda cinta kepada para guru. Layaknya bunga yang harum, begitulah para siswa menganggap Bapak dan Ibu guru. Mereka saling berterimakasih dan memberi setangkai bunga kepada semua guru.